Mengubah Kepribadian, Bisakah?

Pemalu, sulit memulai percakapan, serius, lebih asyik bekerja sendiri dibandingkan kelompok, tidak mudah percaya dengan orang lain dan banyak lagi adalah sedikit kesan yang orang gambarkan tentang saya. Meski demikian, mereka memandang saya cukup pede bila kondisi mengharuskan saya berbicara di depan umum seperti diskusi atau menyampaikan materi dan argumen.

Pada realitas pertama mereka melabeli saya sebagai pribadi inteovert dan pada situasi kedua, mereka berfikir saya seorang ektrovert Bingung? Faktanya adalah saya menyukai sebuah topik pembicaraan atau obrolan yang jelas bukan hahahihi ngalor-ngidul. Untuk hal ini, saya menyerah.  Itulah kenapa saya dinilai serius dan tidak pandai berbasa-basi. Jadi, nggak usah bingung sebab tidak ada individu yang benar-benar memiliki satu tipe kepribadian saja, yang ada hanya dominasi dan kecenderungan satu atau kombinasi tipe kepribadian. Mungkin Anda juga merasa pada saat tertentu menjadi pribadi introvert dan di saat lain, ekstroversi Anda yang lebih muncul.

Sebagian orang merasa nyaman dengan kepribadian yang dimilikinya dan sebagian lainnya merasa terjebak dan ingin keluar dari sifat dan karakter yang melekat padanya. Jika bisa, ingin berubah menjadi orang lain yang lebih baik, bahagia, dan menyenangkan menurutnya. Namun Apakah benar-benar mungkin untuk mengubah atau memperbaiki kepribadian atau pola kepribadian dasar kita? Sementara itu buku pengembangan diri dan situs-situs online sering mempromosikan tes dan kelas kepribadian yang dimaksudkan untuk mengubah kebiasaan dan perilaku. Ada keyakinan bahwa kepribadian dasar seseorang sulit untuk diubah. Psikoanalis Austria Sigmund Freud mengemukakan bahwa kepribadian sebagian besar terbentuk kuat pada usia lima tahun.

Bahkan banyak psikolog modern menunjukkan bahwa kepribadian secara keseluruhan relatif tetap dan stabil di sepanjang kehidupan. Tetapi bagaimana jika kita ingin mengubah kepribadian kita? Dapatkah pendekatan yang tepat dan kerja keras menghasilkan perubahan kepribadian yang nyata, atau kita terjebak dengan sifat-sifat yang tidak diinginkan dan membuat kita merasa sia-sia?

Apakah Kepribadian Menetap?

Keinginan untuk mengubah kepribadian bukanlah hal yang tidak lazim. Orang yang pemalu mungkin ingin mereka lebih ramah dan banyak bicara. Individu pemarah mungkin berharap mereka bisa tetap tenang dalam situasi emosional. Pada banyak titik dalam hidup kita, mungkin menemukan bahwa ada aspek-aspek tertentu dari kepribadian yang kita ingin bisa mengubahnya. Kita bahkan mungkin menetapkan tujuan dan berupaya untuk mengatasi sifat-sifat yang berpotensi bermasalah. Sebagai contoh, adalah umum untuk mengatur Resolusi Tahun Baru difokuskan pada perubahan dari kepribadian kita seperti menjadi lebih murah hati, baik, sabar, atau ramah.

Secara umum, banyak ahli setuju bahwa membuat perubahan nyata dan bertahan lama dengan sifat umum dapat menjadi sangat sulit. Jadi jika kita tidak puas dengan aspek-aspek tertentu dari kepribadian kita, adakah cara yang benar-benar dapat kita lakukan untuk mengubahnya? Beberapa ahli, termasuk psikolog Carol Dweck, percaya bahwa mengubah pola perilaku, kebiasaan, dan keyakinan pada kategori sifat umum (misalnya, introversi, keramahan) adalah kunci nyata untuk perubahan kepribadian.

Faktor yang Membentuk Kepribadian

Untuk memahami apakah kepribadian dapat diubah, pertama kita harus memahami apa sebenarnya yang menyebabkan kepribadian. Pembahasan sifat dasar (nature) versus pengasuhan (nurture) berperan penting. Apakah kepribadian dibentuk oleh genetika kita atau dengan didikan kita, pengalaman, dan lingkungan? Di masa lalu, teori dan filsuf sering menjadikan dan meyakini peran penting satu pendekatan dibandikan pendekatan lainnya. Tapi saat ini kebanyakan pemikir akan setuju bahwa kedua pendekatan (nature dan nurture) berperan dalam membentuk kepribadian kita.

Tidak hanya itu, interaksi konstan antara genetika dan lingkungan dapat membantu membentuk bagaimana kepribadian diekspresikan. Sebagai contoh, kita mungkin secara genetik cenderung untuk menjadi pribadi ramah dan santai, tapi bekerja di lingkungan stres yang tinggi boleh jadi menyebabkan kita menjadi lebih mudah marah dan tegang daripada jika kita berada dalam lingkungan berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian kita sebagian besar di luar kendali kita.

Genetika tentu penting, tetapi penelitian lain juga menunjukkan bahwa pendidikan kita dan bahkan budaya kita berinteraksi dengan pola genetik kita untuk membentuk siapa diri kita. Dweck menyatakan bahwa perubahan kepribadian masih mungkin terjadi. Ciri-ciri atau sifat umum mungkin stabil selama hidup, yang membedakan adalah kualitas dan dominasi dari komponen karakter dari setiap tipe kepribadian. Dweck meyakini beberapa hal yang memengaruhi proses mengubah kepribadian seseorang.

Pertama, keyakinan dan sistem kepercayaan. Keduanya memainkan peran penting dalam membentuk sifat dan karakter yang membentuk sebuah pola kepribadian umum. Mengapa fokus pada keyakinan? Sementara mengubah keyakinan mungkin tidak selalu mudah, keyakinan menawarkan titik awal yang baik. Keyakinan kita membentuk begitu banyak kehidupan kita, dari bagaimana kita melihat diri kita sendiri dan orang lain, bagaimana kita berperan dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana kita berurusan dengan tantangan hidup, dan bagaimana kita menjalin hubungan dengan orang lain. Jika kita dapat menciptakan perubahan nyata dalam keyakinan kita, itu adalah sesuatu yang mungkin memiliki efek gemilang pada perilaku kita dan mungkin pada aspek-aspek tertentu dari kepribadian kita.

Sebagai contoh, keyakinan diri tentang apakah atribut pribadi dan karakteristik adalah hal yang sudah mentetap atau fleksibel? Jika kita yakin tingkat kecerdasan telah ditentukan, maka kita tidak akan mengambil langkah-langkah untuk memerdalam pemikiran kita. Namun, jika kita meyakini dapat mengubahnya, kita mungkin akan berusaha keras menantang diri sendiri dan memperluas pikiran kita.

Contoh lain bagaimana keyakinan membentuk kepribadian seseorang adalah, pada bagaimana kita memberikan pujian kepada seorang anak. Objek pujian berbeda akan memberikan dampak berbeda pula pada pembentukan kepribadian seorang anak. Anak-anak yang dipuji karena kecerdasan mereka cenderung memiliki kepercayaan mentetap tentang atribut pribadi mereka sendiri. Anak-anak ini melihat kecerdasan mereka sebagai sifat yang tidak berubah; Sementara anak-anak yang dipuji karena upaya mereka, di sisi lain, biasanya melihat kecerdasan mereka sebagai hal yang mudah dibentuk. Anak-anak ini, cenderung bertahan dalam menghadapi kesulitan dan lebih bersemangat untuk belajar. Maka jika membei pujian, jangan katakan “anak hebat!”, “anak baik!” tapi katakan “usaha kerasmu luar biasa!”, “kemaun kamu untuk berbagi itu kerreeeen!”

Kedua, tujuan dan strategi penanggulangan. Beberapa teori lain telah mengemukakan bahwa beberapa faktor seperti tujuan dan strategi menanggulangi masalah memainkan peran utama dalam menentukan kepribadian. Sebagai contoh, Sementara Anda mungkin memiliki lebih banyak dari tipe kepribadian A, Anda dapat mempelajari keterampilan penanggulangan baru dan teknik manajemen stres yang membantu Anda menjadi orang yang lebih santai.

Apakah Kita Benar-benar dapat Mengubah Kepribadian Kita?

Berubah dari seorang introvert ke ekstrovert mungkin sangat sulit (atau bahkan tidak mungkin), tetapi ada hal-hal yang para ahli percaya dapat kita lakukan untuk membuat perubahan yang nyata dan berkelanjutan pada aspek kepribadian kita.

Pertama, fokus pada mengubah kebiasaan. Kebiasaan bisa dipelajari, sehingga mengubah respons kebiasaan kita dari waktu ke waktu adalah salah satu cara untuk membuat perubahan kepribadian. Tentu saja, membentuk kebiasaan baru atau melanggar yang lama tidak pernah mudah dan membutuhkan waktu dan usaha yang serius. Dengan latihan yang cukup, pola-pola perilaku baru pada akhirnya menjadi kebiasaan baru.

Kedua, ubah keyakinan diri. Jika kita yakin kita tidak dapat mengubahnya, maka kita tidak akan berubah. Jika kita mencoba untuk menjadi lebih ramah, tapi kita percaya bahwa introversi kita adalah sifat yang menetap dan tidak dapat diubah, maka kita akan hanya pernah mencoba untuk menjadi lebih ramah. Tapi jika kita yakin bahwa atribut pribadi kita dapat berubah, kita lebih mungkin untuk melakukan upaya untuk menjadi lebih suka berteman dari sekadar ramah.

Ketiga, fokus pada proses. Penelitian Dweck telah secara konsisten menunjukkan bahwa memuji usaha daripada kemampuan sangat penting. Alih-alih berpikir “Aku sangat pintar” atau “Aku sangat berbakat,” ganti frase tersebut dengan “Saya bekerja sangat keras” atau “Saya menemukan cara yang baik untuk memecahkan masalah itu.” Dengan beralih ke pemikiran ‘berkembang’ daripada ‘tetap’, kita mungkin menemukan bahwa lebih mudah untuk mengalami perubahan nyata dan pertumbuhan.

Keempat, berpura-puralah sampai berhasil melakukannya. Psikolog positif Christopher Peterson menyadari sejak awal bahwa kepribadian introvert-nya mungkin memiliki dampak merugikan pada karirnya sebagai seorang akademisi. Untuk mengatasi hal ini, ia memutuskan untuk mulai bertindak ekstrover dalam situasi yang menuntutnya, seperti saat menyampaikan ceramah pada kelas penuh mahasiswa atau memberikan presentasi di sebuah konferensi. Akhirnya, perilaku ini hanya menjadi sifat kedua. Sementara ia mengemukakan bahwa ia masih seorang introvert, ia belajar bagaimana menjadi ekstrover ketika ia harus. (Kok kasusnya mirip saya yak!)

Perubahan kepribadian mungkin tidak mudah, dan mengubah beberapa sifat umum mungkin tidak pernah benar-benar sepenuhnya mungkin. Namun para peneliti percaya bahwa ada hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mengubah bagian-bagian tertentu dari kepribadian kita, aspek yang ada di bawah tingkat sifat-sifat umum, yang dapat mengakibatkan perubahan nyata pada cara kita bertindak, berfikir, dan fungsi serta peran kita dalam hidup.

Referensi

rtikel terkait:

Bisakah intovert memimpin?

Mitos dan Fakta ekstrovert dan introver

Iklan

One response to “Mengubah Kepribadian, Bisakah?

  1. Ping-balik: Sikap Mengubah Perilaku? | isti·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s