Hitam Putih: Aa Gym Kharismatik, Ust. Maulana Salah Tingkah

Hitam Putih merupakan acara televisi yang masih menjadi pilihan saya dengan channel terbatas karena saya tidak berlangganan tv kabel. Sebabnya, selain sering menginspirasi, karena channel lain memertontonkan acara sinetron nggak bermutu baik lokal maupun bollywod – indiahe.

Kali ini Hitam Putih tampil spesial dengan live show-nya. Tamu yang diundang pun spesial; seorang Aa Gym yang lama tidak tampil di layar kaca dan memang mulai mengambil jarak dengan televisi. Sekilas, saya melihat raut wajah Aa Gym ย tidak lagi secerah dulu saat sering tampil ditelevisi.

Di lain sisi, saya melihat kharismatika Aa Gym terlihat saat diwawancara Deddy Corbuzier. Ada kesan segan Deddy terhadap Aa Gym. Deddy tak banyak tertawa atau mengeluarkankan candaan-candaan konyol sebagaimana ketika menghadapi ustadz lainnya. Hal ini semakin tampak perbedaannya ketika kemudian dimunculkan sosok ustadz Maulana. Untuk menampilkan ustadz Maulana saja, Deddy masih bisa mengucapkan kalimat candaan yang kurang enak didengar bagi seorang ustadz. Kira-kira begini kalimatnya; “kita undang seseorang yang penampilan luarnya luar biasa tapi belum tentu hatinya” ucapan ini menyambung kalimat Aa Gym di wawancara sebelumnya. Walau kemudian Deddy mencoba mengklarifikasi ucapannya ketika dilihatnya, Aa Gym geleng-geleng kepala dan memberi kode dengan tangan kepada Deddy.

Bagaimana reaksi ustadz Maulana? Cuek saja, bahkan merespons candaan Deddy. Dari sini tampak sekali perbedaan sikap Deddy terhadap ustadz Maulana dan Aa Gym. Deddy meski cukup dekat dengan Aa Gym (demikian pengakuannya) namun tampak menjaga wibawa Aa Gym. Sementara kepada ustadz Maulana, Deddy bahkan sanggup mencandainya jika tidak boleh dibilang mengolok-oloknya.

Tema yang dingkat adalah tentang bagaimana kaum intelek bisa tertipu dalam kasus Gatot Brajamusti dan Dimas Kanjeng Taat Pribadi (kok temanya sama dengan artikel saya yang saya posting beberapa waktu sebelumnya ya? Link saya tautkan di bawah) serta polemik ucapan Ahok terkait surat Almaidah : 51. (Saya juga menulis artikel khusus terkait hal ini. Link juga ada di bawah). Jawaban Aa Gym tegas dan tidak bersayap dengan bermanis-manis memilih kalimat absurd. Aa Gym banyak berubah! Jauh lebih menahan diri dan lebih wise.ย Itu yang saya lihat. Persoalan hidup yang dilalui dan terkspose media beberapa tahun lalu, pengalaman dan perjalanan hidup sepertinya memberikan banyak pelajaran berharga.

Saya belajar dari sikap Aa Gym. Aa Gym cukup diam, tak mengeluarkan sepatah kata pun, tak menunjukkan sikap ‘berusaha’ terlibat dalam obrolan, ketika waktunya ustadz Maulana yang diwawancara. Namun, sikap Aa Gym sudah membuat ustadz Maulana salah tingkah. Sang Ustadz menunjukkan sikap ragu setiap hendak menjawab pertanyaan Deddy. Ujung matanya selalu melirik Aa Gym seolah takut jawabannya tidak sesuai. Hingga Deddy menegur dan mengatakan bahwa ustadz Maulana seperti takut kepada Aa Gym, yang dijawab ustadz Maulana karena Aa Gym seniornya, jadi ilmunya lebih banyak. Apa reaksi Aa Gym dikatakan begitu? Hanya diam, tak menyahut-tampak EGP.

Jujur, saya melihat pemandangan yang kontras dalam diri Aa Gym dan ustadz Maulana. Saya merasakan kharisma Aa Gym (dulu saya melihatnya biasa saja) apalagi ada sosok pembanding, ustadz Maulana. Memang, keduanya berbeda karakter dengan image yang dibangun masing-masing. Namun Aa Gym sepertinya tidak peduli lagi dengan image masyarakat dan lebih menarik diri dari hiruk-pikuk media televisi. Sementara ustadz Maulana, baru mengembangkan sayapnya dan sedang naik daun dengan image-nya yang ‘kenes’. Meski ‘kenes’nya ustadz Maulana, saya melihatnya masih sebagai karakternya yang ceria dari pada sekadar buatan atau sengaja diciptakan.

Kharismatik Aa Gym pun tampak ketika Chika Jessica sebagai co-host Deddy Corbuzier tampak canggung menanyakan pertanyaan blak-blak an, yang ketika ditanyakan kepada ustadz Maulana begitu lancar dengan gaya ‘menguliti’. Perbedaan selanjutnya yang tampak dari Aa Gym dan ustadz Maulana adalah ketika acara live Hitam Putih selesai, Aa Gym langsung pamit keluar studio sementara ustadz Maulana melanjutkan bincang-bincang dengan Deddy Corbuzier dan Chika Jessica sambil tertawa-tawa. Aa Gym tak butuh lagi media untuk membesarkan namanya.

#### Suplemen

Menanggapi hiruk pikuk persoalan yang kini mengemuka, soal haters di sosial media, Aa Gym hanya mengatakan bahwa “kita masih dipandang oleh orang lain hanya karena kebaikan Tuhan yang menyembunyikan keburukan kita. Kita tidak harus menguras energi untuk mengurusi urusan orang lain dan haters sebab yang membahayakan diri adalah keburukan diri sendiri, bukan pada apa yang dilihat dan dinilai orang lain. Jadikan haters sebagai investasi karena mereka mampu melihat setiap keburukan kita yang seringkali tak pernah kita mau mengakuinya. Hal ini mestinya menjadi jalan untuk instrospeksi diri.

Terhadap problem sosial yang mengemuka, kita begitu antusias berdiskusi membahasnya tanpa henti. Namun adakah manfaatnya bagi kita? Tidak ada jika kita tak mau mengambil pelajaran darinya dan mengubah diri untuk menjadi lebih baik atau bercermin untuk tidak menunjuk jari kepada orang lain. Ketika memerbaiki banyak orang tidak bisa, perbaiki saja keluarga sendiri, jika pun tidak sanggup juga, perbaiki saja diri sendiri. Konsisten dengan prinsip 3 M-nya ( Mulai dari diri sendiri, Mulai dari sekarang, dan Mulai dari hal kecil).

Itulah yang bisa saya jadikan bahan renungan. Kharisma seseorang akan tampak pada wajah yang tidak banyak mengeluarkan kalimat-kalimat tidak berguna; banyak bercanda, banyak tertawa, dan banyak mengucapkan hal yang tidak dilakukan.

Sambil mengingat pesan Aa Gym, apa yang berubah pada diri kita setelah menonton tayangan ini? #talktoself

Sila lihat videonya di sini:

Artikel terkait:

Gatot Brajamusti dan Dimas Kanjeng

Ahok dan Surat Almaidah : 51, Blunder

Iklan

One response to “Hitam Putih: Aa Gym Kharismatik, Ust. Maulana Salah Tingkah

  1. Ping-balik: (Masih Menyoal) Dimas Kanjeng; Bu Marwah, Tetap Yakin Itu Karomah? | isti·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s